Kunjungan Komisioner KPAI “Ai Maryati Solihah” ke KPU Kabupaten Cianjur

PENGUMUMAN PILGUB JABAR 2018: HASIL SELEKSI ADMINISTRASI AGEN SOSIALISASI KPU KAB CIANJUR
23 Januari 2018
Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi Faktual Kepengurusan dan Keanggotaan Partai Politik Calon Peserta Pemilu Tahun 2019 Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi
24 Januari 2018

Kunjungan Komisioner KPAI “Ai Maryati Solihah” ke KPU Kabupaten Cianjur

Senin (22/01/2018) Komisioner KPU Kab.Cianjur Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Hilman Wahyudi, Divisi Hukum Selly Nurdinah, Divisi Teknis, Perencanaan dan Data Kusnadi, menerima kunjungan dari Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah. Kunjungan tersebut membahas mengenai keterkaitan pengawasan perlindungan anak dalam pelaksanaan pemilihan umum khususnya daerah Kabupaten Cianjur. Menurutnya, KPAI sendiri bersifat pendekatan komprehensif, bukan hanya sebatas membicarakan sebuah kasus tetapi bagaimana langkah-langkah mencoba melakukan pendekatan ke berbagai pihak, khususnya dalam memberikan proteksi yang maksimal kepada anak-anak.

“Komisioner KPU memiliki visi luar biasa terhadap anak-anak di Cianjur, jadi dapat saling bertukar informasi antara KPU dengan KPAI. Contohnya terkait data dalam DPT yang berusia 17tahun. Dalam UU Perlindungan Anak itu masih usia anak, tapi dalam pemilu itu sudah masuk ke dalam daftar pemilih. Jadi untuk hal ini, perlu informasi yang akurat. Berapa persen kalau di Cianjur, apakah masuk kedalam pelanggaran, ketika pemilu sedang berlangsung,” ujar Ai Maryati Solihah, Komisioner KPAI bidang trafficking dan eksploitasi anak tersebut.

Sesuai dengan visi KPAI sendiri yaitu terwujudnya Indonesia ramah anak, KPAI dan KPU diharapkan dapat bekerja sama untuk kedepannya dalam melaksanakan pengawasan terhadap anak terkait dengan pelaksanaan pemilu. “KPAI sedang mendorong kelembagaan di Cianjur, karena sangat konstruktif jika lembaga KPU, KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) Kab.Cianjur mempunyai MOU, dimana pada pesta pelaksanaan pemilu berupaya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak, karena sejauh ini isu tentang anak mungkin hanya berapa persen dalam penyelenggaraan pemilu, dan hampir nyaris tidak terdengar.” Katanya.

Ia berharap kerja sama untuk kedepannya ketika KPADnya ada, dapat membangun pemilu yang ramah anak. Artinya tidak ada lagi anak yang rambutnya dibotakin, dikasih nama partai apa, ikut dalam pemilu sebagai pemanis, banyak diberbagai tempat seperti itu. “KPU Cianjur harus mempunyai komitmen kedepannya terkait pemilu, untuk menciptakan pemilu yang ramah anak, memberikan teladan yang baik dan sopan untuk anak-anak,”tutupnya.