Pembekalan Bimtek terakhir di Kota Semarang

KPU Menjaga Integritas Penyelenggaraan Pilkada 2018
11 November 2017
KPU Publikasikan Ragam Informasi Pilkada 2018
12 November 2017

Pembekalan Bimtek terakhir di Kota Semarang

Semarang, kpu.go.id – Peserta bimtek terpadu gel. IV yang merupakan gel. Terakhir, yang di bagi menjadi 2 kelas, masing-masing kelas terdiri dari 55 satuan kerja (satker) dan 54 satker. Setiap kelas diisi dengan penyampaian materi yang disampaikan para narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (10/11).
 
Setiap kelas dibimbing materi mengenai tahapan pilkada, norma, standar, prosedur, kebutuhan, pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemilihan pelaksanaan kampanye pilkada, pelaporan dana kampanye, pencalonan, pelaporan harta kekayaan dan proses pemeriksaan kesehatan dalam pilkada.
 
Dalam pemaparan materi tahapan pilkada, yang disampaikan Pramono Ubaid, “penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 dilaksanakan pada 171 daerah itu terdiri dari 17 Provinsi, 115 Kabupaten dan 39 Kota,” ujarnya.
 
Pramono juga menambahkan “Dalam penyelenggaraan pilkada secara garis besar itu dibagi 2 tahapan, yaitu tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan, di dalam Pilkada 2018 kita (KPU) tidak bisa santai-santai sedikitpun, karena kita memang harus melaksanakan dua bahkan tiga melakukan pemilu sekaligus, di banding pemilu sebelumnya yang tidak ada pemilu nasional,” lanjut Pramono.
 
Disampaikan oleh Evi Novida Ginting Manik (Anggota KPU RI),  Proses kebijakan yang diambil dalam pembentukan badan ad hoc, adanya pembatasan perekrutan anggota yang masa jabatannya sudah 2 periode, tetapi juga kita (KPU) membuka peluang seluas-luasnya dalam perekrutan usia yang lebih muda (17 tahun).
 
”KPU Provinsi yang banyak berperan di dalam proses perekrutan anggota badan ad hocini , yang diharapkan dalam perekrutan ini bisa menghasilkan kualitasnya tidak terlalu jomplang, tidak adanya perbedaan satu dengan yang lainnya, tentu yang diharapkan tidak lagi menghasilkan orang-orang yang sama yang ternyata kinerjanya tidak ada perubahan, artinya petugas bekerja dengan baik,” tegas Evi
 
“KPU sebagai suatu lembaga sudah harus bisa menunjukkan kemampuan dan kekuatan. KPU perlu mempunyai kader-kader penggerak pemilu, jangan berpatokan juga kepada Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP),  ke depan nanti KPU tidak perlu lagi sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi dengan makin banyaknya orang terlibat dalam proses langsung dalam penyelenggara untuk mengembangkan virus-virus demokrasi dalam masyarakat,” tambah Evi. 
 
Dalam sesi kelas materi substansi pencalonan, yang dibawakan Ilham Saputra (Anggota KPU RI) mengatakan, “KPU menunggu saran dari DPR RI, mengenai beberapa perubahan PKPU nomor 3 tahun 2017, terkait pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau walikota dan wakil walikota,” kata Ilham.
 
Dalam sesi yang berbeda Wahyu Setiawan (anggota KPU RI) dalam pemaparan materi terkait pelaksanaan kampanye. PKPU Kampanye ini di susun salah satunya berdasarkan hasil evaluasi kampanye Pilkada gelombang I tahun 2015 dan Pilkada gelombang II tahun 2017 sehingga ada norma-norma baru dalam rangka menyempurnakan.  
 
Terkait pada metode kampanye, seperti diketahui metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU adalah debat publik, iklan di media massa, baik cetak maupun elektronik, penyebaran bahan kampanye, kemudian pemasangan alat peraga, metode lain meliputi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, masih juga kita lakukan.
 
“Yang perlu mendapat perhatian terkait metode kampanye adalah kegiatan lain yang tidak melanggar ketentuan dan dimungkinkan dalam PKPU, yang pertama adalah rapat umum dengan jumlah terbatas, kegiatan kebudayaan, kegiatan olah raga,” tutur Wahyu. 
 
“yang perlu mendapat perhatian kita adalah jangan sampai kegiatan olah raga ini dijadikan media untuk melegalisasi politik uang oleh kandidat,” lanjut Wahyu. (ieam/irul/ FOTO KPU/ieam/Hupmas)