PEMILU 2019: KPU Cianjur Menggelar Raker Penataan DAPIL dan Alokasi Kursi DPRD Cianjur

Selamat Datang Calon Perseorangan Pilgub Jabar 2018
14 November 2017
Surat Nomor 793 Pelaksanaan Coklit PPDP Pemilihan Serentak Tahun 2018
19 Desember 2017

PEMILU 2019: KPU Cianjur Menggelar Raker Penataan DAPIL dan Alokasi Kursi DPRD Cianjur

CIANJUR, kpud-cianjurkab.go.id – Dalam rangka persiapan menjelang Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019 Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur menggelar Rapat Kerja Penyusunan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Cianjur pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Gedung Juang 45 Cianjur. Raker ini digelar dengan melibatkan emerintah Daerah serta organisasi masyarakat dan Agama yang ada di Kabupaten Cianjur. Raker serupa juga akan digelar kembali dengan melibatkan Partai Politik yang ikut sera pada Pemilihan Legislatif tahun 2014 dan partai politik akan ikut serta pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 di Kabupaten Cianjur.

Divisi Teknis, Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Cianjur, Kusnadi, S.Pd saat disela-sela penyampaian materi pada Raker tersebut mengatakan bahwa KPU Kabupaten Cianjur selaku penyelenggara di daerah, hanya sebatas memfasilitasi para pemangku kepentingan dan tidak memberikan keputusan atau kesepakatan apapun dalam hal pembahasan ataupun memformulasikan Daerah Pemilihan serta alokasi kursi.

Kusnadi, S.Pd menjelaskan bahwa Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) mengacu pada data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada KPU. Data ini akan diserahkan kepada KPU paling lambat 16 bulan sebelum hari pemungutan suara (17 April 2019), sesuai dengan Pasal 201 Ayat 1 huruf a dan Ayat 2 Undang – Undang No. 7 Tahun 2017. Berdasarkan prinsip berkesinambungan, Dapil yang sudah terbentuk pada Pemilu Tahun 2014 dapat dipertahankan komposisinya. Tetapi penata ulangan Dapil dapat dilakukan apabila terjadi 6 kondisi, yaitu:

  1. Penataan Dapil pada Pemilu Tahun 2014 tidak memenuhi prinsip-prinsip penataan Dapil;
  2. Kabupaten/kota baru yang terbentuk pasca penetapan Dapil Pemilu Tahun 2014;
  3. Kabupaten/Kota Induk, yang sebagian wilayahnya telah membentuk kab/kota baru;
  4. Kabupaten/kota yang terdapat penambahan atau pengurangan jumlah kecamatan;
  5. Perubahan jumlah penduduk yang mengakibatkan berubahnya alokasi kursi dapil menjadi lebih dari 12 atau kurang dari 3;
  6. Sebab atau alasan lain dengan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan;

Yang menjadi sorotan pada Raker Penyusunan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi adalah dimana metode untuk menentukan alokasi kursi yaitu metode divisor Saint Lague Murni dimana bilangan pembagi (BP) merupakan bilangan seris ganjil (1,3,5,7,…,dst). Sehingga untuk menghitung Jumlah Kursi Partai Politik KPU Kabupaten Cianjur harus terlebih dahulu menetapkan Jumlah Suara Parpol di tiap Dapil, kemudian membagi Suara Parpol dengan Bilangan Pembagi 1, selanjutnya dibagi kembali dengan bilangan pembagi 3, 5, 7, dst… Hasil pembagian Pada Bilangan Pembagi diurutkan berdasarkan Jumlah Nilai Terbanyak (ranking). Jumlah Terbanyak pertama pada masing-masing hasil bilangan pembagi mendapatkan Kursi.

R.r.