PEMILU 2019: RAKOR Penyusunan DAPIL dan Alokasi Kursi DPRD Kab. Cianjur Pemilu 2019

PILGUB JABAR 2018: PENGUMUMAN AGEN SOSIALISASI KPU KAB. CIANJUR
13 Januari 2018
PEMILU 2019: Usulan Penataan DAPIL dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kab. Cianjur Pemilu 2019
19 Januari 2018

PEMILU 2019: RAKOR Penyusunan DAPIL dan Alokasi Kursi DPRD Kab. Cianjur Pemilu 2019

CIANJUR, kpud-cianjurkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur menggelar Rapat koordinasi penyusunan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur dalam rangka memasuki tahapan Penyusunan Usulan Penataan Dapil DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilihan Umum tahun 2019.

Rapat koordinasi dengan mengundang perwakilan partai politik dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Badan Kesatuan, Kebangsaan Dan Politik, Perwakilan dari DPRD Kab. Cianjur, Perwakilan dari Universitas Suryakancana Cianjur, Panwaslu Kabupaten Cianjur, KIPP, dan JPPR Kabupaten Cianjur. Dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kab. Cianjur Anggy Shofia Wardani serta Divisi Teknis KPU Kab. Cianjur Kusnadi Rapat Korrdinasi ini dilaksanakan di Gand Byidiel Hotel Cianjur, Kamis (18/1/2018).

Dalam penyusunan DAPIL harus memperhatikan tujuh prinsip penataan DAPIL yaitu kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proforsional, Proporsionalitas, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan KPU RI Nomor 13/PL.01.3-Kpt/03/KPU/I/2018 tentang Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota dan Jumlah Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 per-tanggal 10 Januari 2018, diketahui bahwa Jumlah Penduduk Kabupaten Cianjur adalah 2.246.663 orang atau sama dengan Jumlah Penduduk Kabupaten Cianjur yang tercantum dalam DAK2 semester 1 dengan jumlah Alokasi Kursi 50 Kursi yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh KPU Cianjur pada Rapat Kerja Sebelumnya.

Ada 3 (tiga) usulan penataan DAPIL dari KPU Kab. Cianjur yang ditampilkan pada Rapat Koordinasi kali ini, yaitu:

  1. Pemetaan Daerah Pemilihan 5 Dapil dengan komposisi Kecamatan yang sama dengan Komposisi 5 Dapil pada PILEG 2014;
  2. Pemetaan Daerah Pemilihan 5 Dapil dengan komposisi memindahkan Kecamatan Mande yang berasal dari DAPIL 3 ke DAPIL 1 dan Kecamatan Tanggeung dari DAPIL 5 ke DAPIL 4.
  3. Pemetaan Daerah Pemilihan 6 Dapil dengan komposisi memindahkan Kecamatan Mande yang berasal dari DAPIL 3 ke DAPIL 1  dan menata ulang DAPIL 4 dan 5 sehingga menambah DAPIL 6.

Usulan Penataan DAPIL dari KPU Kabupaten Cianjur nomor 2 dan 3 di atas, merupakan penataan DAPIL yang diberikan setelah adanya permintaan dari, U. Awaludin, perwakilan dari Partai Golkar, KPU Kabupaten Cianjur untuk memberikan opsi lain pemetaan DAPIL dengan komposisi kecamatan dan jumlah DAPIL yang berbeda.

Ada pula usulan penataan DAPIL dari perwakilan PDIP, Aang Didin, dengan penataan 5 DAPIL dengan komposisi memindahkan Kecamatan Cibeber yang berasal dari DAPIL 4 ke Dapil 1 yang menghasilkan Alokasi Kursi untuk DAPIL1 11 kursi, DAPIL2 11 kursi, DAPIL3 12 kursi, DAPIL4 6 kursi, dan DAPIL5 10 kursi. Dilihat dari hasil penghitungan Alokasi Kursi di setiap DAPILnya, terjadi ketidak setaraan jumlah Alokasi Kursi dari setiap dapilnya, terutama perbandingan DAPIL6 dengan DAPIL lainnya yang memiliki selisih perbedaan kursi sebanyak 4 sampai 6 kursi. Hal ini dianggap telah pelanggar prinsip penataan DAPIL yaitu prinsip kesetaraan nilai suara yang menginstruksikan bahwa dalam penataan DAPIL hasus mengupayakan kesetaraan nilai suara atau harga kursi antara DAPIL satu dengan DAPIL lainnya dengan prinsip 1 orang, 1 suara, 1 nilai. Jadi dengan demilian usulan penataan 5 DAPIL yang diajukan tersebut tidak dapat diterima.

Dari seluruh peserta rapat yang hadir, hanya 2 orang perwakilan partai poltik yaitu Partai NASDEM dan Partai GOLKAR yang meminta penambahan jumlah DAPIL hanya saja perwakilan partai politik tersebut tidak melampirkan rancangan penataan DAPIL yang mereka inginkan. Sedangkan untuk peserta lain, selain perwakilan dari PDIP, NASDEM dan GOLKAR, menyetujui Pemetaan Daerah Pemilihan 5 DAPIL dari KPU Kabupaten Cianjur dengan komposisi Kecamatan yang sama dengan Komposisi 5 DAPIL pada PILEG 2014 karena pemetaan DAPIL tersebut dianggap relefan dan sesuai dengan tujuh prinsip Penataan DAPIL.