Bandung – Pemeriksaan kesehatan pasangan calon bupati / calon wali kota dan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Tahun 2018, harus dilaksanakan  rumah sakit tipe A. Rumah sakit tipe A di Jawa Barat cuma ada dua, yaitu Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin dan RS Borromius Bandung. Tapi, RS Borromius merupakan rumah sakit swasta, jadi KPU memilih RS Hasan Sadikin sebagai tempat pemeriksaan kesehatan untuk paslon gubernur dan paslon bupati/walikota 16 kabupaten/kota. Demikian antara lain dikemukakan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat pada acara Rapat Koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, di Aula Setia Permana Jalan Garut No. 11 Bandung (3/1).

Menurut Yayat, KPU Jabar juga telah melakukan koordinasi dengan KPU RI untuk mengajukan perpanjangan pemeriksaan kesehatan yang tadinya dari 8 sampai dengan 15 Januari 2018, diperpanjang hingga 18 Januari 2018. “Hal itu sesuai kesepakatan KPU Provinsi  Jawa Barat dengan pihak RS Hasan Sadikin, IDI, BNN, dan HIMSI,” katanya.

Sambil menunggu hasil keputusan KPU RI, pihaknya sudah konfirmasi dan RS Hasan Sadikin menyatakan kesanggupan optimum melakukan pemeriksaan kesehatan per harinya 20 orang atau 5 pasangan calon per hari dengan asumsi 4 pasangan calon bupati/walikota per hari dan ditambah pasangan gubernur/wakil gubernur.

Yayat memprediksi kemungkinan masalah-masalah yang timbul dari pengajuan tersebut. “Kemungkinan KPU Provinsi Jawa Barat  akan melakukan dua skenario.  Sekenario pertama,  apabila permohonan KPU Provinsi dikabulkan oleh KPU RI, maka secara teknis tidak akan ada masalah. Apabila permohonan ditolak, akan dilakukan rencana kedua, yakni pemeriksaan dilakukan di rumah sakit di luar Jawa Barat, dengan dibagi dua kepanitiaan. “Lebih baik melanggar wilayah daripada melanggar tipe Rumah Sakit,” tegasnya.

“Daerah yang jauh seperti yang ada di perbatasan akan diarahkan di Jawa Barat atau di RS Hasan Sadikin. Untuk yang dekat dengan provinsi akan dilakukan di luar Jawa Barat atau di RS tipe A di Jakarta,” pungkas Yayat.*** mujib