Pilgub Jabar, Sarana Meningkatkan Kualitas Hidup

Surat Nomor 793 Pelaksanaan Coklit PPDP Pemilihan Serentak Tahun 2018
19 Desember 2017
Siaran Pers: Hasil Analisis DP4 untuk Pemilihan Serentak Tahun 2018
30 Desember 2017

Pilgub Jabar, Sarana Meningkatkan Kualitas Hidup

Bandung, kpu.go.id – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, 27 Juni 2018, harus menjadi sarana meningkatkan kualitas hidup dan kebaikan bagi penyandang disabilitas netra. Hal itu mengemuka saat Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Bariguna menyampaikan materi pada acara sosialisasi pilgub untuk keluarga besar ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) Jawa Barat di Hotel Grand Pacific, Jl. Pasirkaliki Bandung, Rabu (27/12). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPW ITMI Jawa Barat serta pengurus Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Untuk meraih kualitas hidup dan kebaikan itu, menurut Ferdhiman, dilakukan dengan memenuhi hak informasi. “Salah satunya membuat brosur berhuruf Braille, agar penyandang disabilitas memiliki banyak informasi saat menentukan pilihan,” katanya menjelaskan. 
 
Namun ia mengingatkan, pada 20 Januari hingga 18 Pebruari 2018, akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Maksudnya antara lain untuk mendapatkan data penyandang disabilitas yang akurat. “Dengan demikian KPU dapat melakukan pengadaan untuk penyandang disabilitas sesuai kebutuhan karena pengadaan yang berlebih bisa mubadir. Begitu pula sebaliknya, pengadaan yang kurang, berakibat penyandang disabilitas tidak terlayani dengan baik,” sebutnya.
 
Oleh karena itu, Ferdhimen berharap keluarga besar ITMI berpartisipasi aktif saat coklit. Begitu pula, saat pendaftaran calon pada 8 hingga 10 Januari bisa hadir di KPU Jawa Barat agar bisa mempelajari pasangan calon. “Setelah memahami calon, maka pilihlah dengan hati,” tegasnya.
 
Ditambahkan Ferdhiman, KPU Jabar berkomitmen memudahkan akses bagi penyandang disabilitas untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas. “Para pasangan calon akan dipertandingkan, tetapi pertandingan ini tidak untuk menjadi alat konflik. Bahkan pertandingan ini justru menjadi alat pendidikan demokrasi dan wisata politik,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Komisioner Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat yang menjadi narasumber kedua, Nina Yuningsih, menyampaikan rencana pembentukan agen sosialisasi. “Agen sosialisasi ini bersifat sukarela, yang bertugas membagi informasi minimal lingkungan terdekat, kelompok, komunitas, dan organisasi,” katanya seraya menjelaskan rekrutmen akan dilakukan dalam waktu dekat di setiap kabupaten/kota se-Jawa Barat.
 
Sebelumnya, Ketua DPW ITMI Jawa Barat Heppi Septian, mengajak keluarga besar ITMI menggunakan hak pilihnya. “Datanglah ke TPS tanggal 27 Juni 2018, coblos pasangan calon gubernur dengan benar,” ungkapnya.