KPU Kabupaten Cianjur Simulasikan Pungut-Hitung Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

whatsapp-image-2020-11-20-at-18-26-55
DEBAT PUBLIK CALON ; TUNJUKKAN VISI MISIMU
20 November 2020
pengumuman-kpps
PENETAPAN CALON ANGGOTA KPPS PEMILIHAN SERENTAK 2020
24 November 2020

KPU Kabupaten Cianjur Simulasikan Pungut-Hitung Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

whatsapp-image-2020-11-21-at-11-15-30

 

CIANJUR – Pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Jawa Barat, tinggal menghitung hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur pun telah mempersiapkan matang berbagai hal-hal teknis dan nonteknis karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti dilaksanakan di tengah pandemi covid-19.

Satu di antara persiapan yang telah dimatangkan yakni puncak dari semua tahapan yakni pemungutan dan penghitungan suara. Pada Sabtu (21/11/2020) pekan lalu, KPU Kabupaten Cianjur melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara bertempat di halaman kantor Desa Ciherang, Kecamatan Karang Tengah.

Bagi KPU, simulasi penting dilakukan karena bisa menjadi tolak ukur gambaran pelaksanaan pada hari H pemungutan dan penghitungan suara. Utamanya, juga menyangkut tata cara atau mekanisme penerapan protokol kesehatan secara ketat bagi penyelenggara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun bagi para pemilih.

Bagi pemilih, tahapan mekanisme atau tata cara pencoblosan itu yakni, sebelum memasuki TPS, setiap pemilih yang wajib bermasker bisa menunggu panggilan di tempat yang sudah disiapkan. Kursi di tempat menunggu itu jaraknya diatur sedemikian rupa.

Setelah mendapat panggilan, setiap pemilih beranjak menuju ke petugas
kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Di pintu masuk menuju TPS, terdapat tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun cair dan tisu. Disiapkan 1 orang petugas pengamanan langsung (Linmas) yang telah dibekali alat pengukur suhu tubuh atau disebut thermogun.

Jika suhu tubuh normal, pemilih bisa segera menuju ke meja petugas KPPS.
Di sana petugas KPPS memberikan surat suara sekaligus memberikan sarung tangan plastik yang digunakan saat mencoblos.

Di setiap bilik suara telah tersedia alat coblos yang terjamin higienitasnya serta selalu disterilisasi menggunakan cairan disinfektan secara periodik. Seusai mencoblos, setiap pemilih memasukan surat suara ke kotak suara yang tersedia di dekat pintu keluar.

Setelah selesai memasukkan surat suara ke kotak suara, jari setiap pemilih ditandai tinta dengan cara diteteskan. Setelah itu, mereka langsung meninggalkan TPS.

Di pintu keluar terdapat 1 orang lagi petugas pengamanan langsung (Linmas) yang memandu pemilih membuang sarung tangan plastik dan mengarahkan untuk kembali mencuci tangan menggunakan sabun cair.

Sedangkan bagi pemilih yang kedapatan suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat, mereka diharuskan mencoblos di bilik khusus yang terbungkus plastik. Terdapat petugas KPPS berseragam lengkap alat pelindung diri (APD) yang akan mengantarkan surat suara ke bilik khusus.

Sementara bagi setiap petugas KPPS, mereka pun dilengkapi alat pelindung diri. Setiap petugas KPPS wajib menggunakan masker, memakai faceshield, serta menggunakan sarung tangan medis.

Setiap beberapa menit sekali, petugas KPPS melalui pengeras suara mengingatkan pemilih agar selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Selly Nurdinah, S.HI, M.Hum, menjelaskan simulasi sangat penting karena menyangkut mekanisme penerapan protokol kesehatan dan pencegahan covid-19 saat hari H pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020 nanti. Simulasi juga bertujuan mengukur rata-rata lama pemilih melakukan pencoblosan.

“Dari simulasi ini akan jadi bahan evaluasi dan penggambaran bagaimana nanti menghitung kaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk pemungutan dengan penerapan protokol covid-19,” jelas Selly.

Pada kegiatan itu, kata Selly, mulai diperkenalkan juga penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pilkada. Hanya, Sirekap pada Pilkada serentak tahun ini tidak menjadi patokan resmi, tapi lebih kepada alat bantu dan informasi.

“Jadi tetap nanti rekapitulasi itu dilakukan secara manual,” pungkasnya.

Sekadar informasi, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Cianjur tahun 2020 yang telah ditetapkan KPU Kabupaten Cianjur melalui rapat pleno belum lama ini sebanyak 1.631.564 pemilih. Mereka terdiri dari laki-laki sebanyak 829.491 pemilih dan perempuan sebanyak 802.073 pemilih.

Sebanyak 1.631.564 pemilih itu terdata di 4.968 TPS yang tersebar di 354 desa dan 6 kelurahan di 32 kecamatan.

(MC/B)